Tangan Kesemutan Tanda dari Cervical Root Syndrome?

Tangan Kesemutan, Bisa Jadi Bukan Carpal Tunnel Syndrome

Tangan kesemutan, terasa tebal, atau seperti ditusuk jarum (paresthesia) yang menjalar dari leher, bahu, hingga ujung jari sering membuat orang langsung mengaitkannya dengan saraf kejepit di pergelangan tangan (Carpal Tunnel Syndrome) atau bahkan kolesterol.

Padahal, Cervical Root Syndrome (CRS) atau Cervical Radiculopathy juga dapat menjadi salah satu penyebab utama keluhan tersebut.

Apa Itu Cervical Root Syndrome (CRS)?

Cervical Root Syndrome merupakan kondisi yang muncul ketika iritasi atau tekanan mengenai akar saraf (nerve root) pada tulang belakang leher (cervical spine).

Akar saraf yang keluar melalui celah antar tulang belakang leher membawa sinyal motorik untuk mengontrol gerakan serta sinyal sensorik untuk menerima berbagai sensasi dari lengan dan tangan.

Beberapa kondisi dapat memberikan tekanan pada akar saraf tersebut. Contohnya meliputi herniated disc, pengapuran tulang (osteoarthritis/bone spurs), dan penyempitan celah saraf (foraminal stenosis).

Tekanan tersebut dapat mengganggu fungsi saraf dan menimbulkan berbagai keluhan, seperti nyeri, kebas, kesemutan, atau sensasi seperti tertusuk yang menjalar dari leher menuju lengan hingga jari-jari tangan.

Tangan Kesemutan: Apakah Masalahnya Berasal dari Leher?

Saraf-saraf dari area leher membentuk jaringan besar yang disebut brachial plexus. Setiap akar saraf memiliki area sensorik tertentu pada kulit lengan dan tangan yang disebut dermatom.

Karena itu, pola kesemutan pada jari tangan dapat membantu dokter atau fisioterapis memperkirakan akar saraf yang mengalami gangguan.

  • Saraf C6: Kesemutan atau kebas biasanya menjalar menuju ibu jari dan jari telunjuk.
  • Saraf C7: Kesemutan biasanya lebih terasa pada jari tengah.
  • Saraf C8: Kesemutan dapat menjalar menuju jari manis dan jari kelingking.

Pola tersebut dapat membantu proses pemeriksaan, tetapi pola gejala saja belum cukup untuk menentukan diagnosis. Dokter atau fisioterapis tetap perlu melakukan pemeriksaan klinis secara menyeluruh.

Gejala Khas Cervical Root Syndrome

Selain kesemutan pada tangan, CRS dapat menimbulkan beberapa gejala berikut.

1. Nyeri Menjalar (Radiating Pain)

Pasien dapat merasakan nyeri tajam, sensasi terbakar, atau rasa seperti tersengat. Nyeri tersebut dapat menjalar dari leher menuju belikat, bahu, lengan, hingga jari-jari tangan.

2. Kelemahan Otot

Gangguan pada akar saraf dapat memengaruhi kemampuan otot untuk menghasilkan gerakan dan kekuatan.

Akibatnya, pasien mungkin mengalami kesulitan menggenggam barang, mengancingkan baju, membuka tutup botol, atau mengangkat benda.

3. Nyeri Bertambah Saat Leher Bergerak

Gerakan tertentu seperti menoleh atau menengadah dapat meningkatkan tekanan pada struktur di sekitar akar saraf.

Kondisi tersebut dapat membuat nyeri atau kesemutan terasa semakin kuat.

4. Relief Sign atau Tanda Bakody

Pada sebagian pasien, mengangkat tangan dan meletakkannya di atas kepala dapat mengurangi nyeri atau kesemutan.

Dokter sering menyebut kondisi ini sebagai Bakody’s sign atau shoulder abduction relief sign.

Diagnosis Banding: CRS vs Carpal Tunnel Syndrome

Tidak semua kesemutan pada tangan berasal dari leher. Carpal Tunnel Syndrome (CTS) juga dapat menimbulkan keluhan serupa, tetapi lokasi gangguannya berbeda.

Carpal Tunnel Syndrome (CTS)

CTS terjadi ketika saraf median mengalami tekanan pada area pergelangan tangan.

Pasien biasanya merasakan kesemutan atau kebas pada ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis.

Keluhan CTS juga sering muncul ketika seseorang mempertahankan posisi pergelangan tangan tertentu dalam waktu lama, termasuk saat tidur.

Cervical Root Syndrome (CRS)

Pada CRS, gangguan terjadi pada akar saraf di area cervical spine.

Pasien dapat merasakan nyeri atau kesemutan mulai dari leher dan bahu, kemudian menjalar melalui lengan hingga tangan.

Karena kedua kondisi tersebut dapat menghasilkan gejala yang mirip, dokter atau fisioterapis perlu melakukan pemeriksaan untuk menentukan sumber masalah dengan lebih tepat.

Peran Fisioterapi dalam Penanganan CRS

Fisioterapi dapat membantu pasien mengurangi nyeri, meningkatkan fungsi gerak, serta kembali melakukan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.

Fisioterapis dapat menyusun program berdasarkan kondisi, gejala, hasil pemeriksaan, dan kebutuhan setiap pasien.

1. Manual Therapy & Cervical Traction

Fisioterapis dapat menggunakan teknik manual therapy dan cervical traction untuk membantu meningkatkan mobilitas cervical spine serta mengurangi beban mekanis pada struktur di sekitar akar saraf.

Fisioterapis akan menyesuaikan teknik, arah, intensitas, dan durasi terapi berdasarkan respons pasien.

2. Nerve Gliding / Neural Mobilization

Fisioterapis dapat memberikan latihan neural mobilization atau nerve gliding untuk membantu meningkatkan kemampuan saraf bergerak terhadap jaringan di sekitarnya.

Latihan ini juga dapat membantu pasien mengembalikan toleransi jaringan saraf terhadap gerakan dan aktivitas tertentu.

3. Modalitas Elektrofisioterapi

Fisioterapis dapat menggunakan modalitas seperti TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation) sebagai bagian dari strategi pengelolaan nyeri pada pasien tertentu.

Fisioterapis perlu memilih modalitas berdasarkan kondisi pasien dan menggabungkannya dengan pendekatan aktif seperti latihan dan edukasi.

4. Latihan Penguatan & Koreksi Postur

Program latihan dapat mencakup penguatan deep neck flexors, otot-otot scapula, serta latihan untuk meningkatkan kontrol gerakan dan postur.

Fisioterapis juga dapat memberikan edukasi ergonomi, termasuk pengaturan posisi layar komputer, meja kerja, kursi, dan posisi duduk.

Perubahan tersebut dapat membantu pasien mengurangi beban berulang pada area leher selama bekerja maupun melakukan aktivitas sehari-hari.

Kapan Sebaiknya Memeriksakan Diri?

Jika kesemutan terus berulang, semakin berat, atau muncul bersama kelemahan pada tangan, sebaiknya segera konsultasikan kondisi tersebut kepada tenaga kesehatan.

Anda juga sebaiknya mencari pemeriksaan ketika keluhan muncul setelah cedera, mengganggu aktivitas sehari-hari, atau menyebabkan kekuatan tangan semakin menurun.

Dokter atau fisioterapis dapat melakukan pemeriksaan untuk mencari sumber keluhan dan membedakan CRS dari kondisi lain seperti CTS atau gangguan saraf perifer.

Semakin jelas sumber masalahnya, semakin tepat pula strategi penanganan yang dapat diberikan.

Kesimpulan

Tangan kesemutan tidak selalu menunjukkan Carpal Tunnel Syndrome atau berkaitan dengan kolesterol. Cervical Root Syndrome merupakan salah satu kondisi yang perlu dipertimbangkan, terutama ketika kesemutan muncul bersama nyeri leher atau bahu dan menjalar menuju lengan hingga jari-jari tangan.

Pola gejala dapat memberikan petunjuk mengenai akar saraf yang mengalami gangguan. Namun, dokter atau fisioterapis tetap perlu melakukan pemeriksaan klinis untuk menentukan sumber masalah secara lebih akurat.

Jika Anda mengalami kesemutan yang terus berulang atau disertai nyeri dan kelemahan pada tangan, jangan langsung menyimpulkan penyebabnya sendiri.

Konsultasikan kondisi Anda kepada tenaga kesehatan agar Anda mendapatkan pemeriksaan dan program penanganan yang sesuai.

Referensi Jurnal Ilmiah

  1. Margetis, K., Magnus, W., & Mesfin, F. B. (2025). Cervical Radiculopathy. StatPearls Publishing. NCBI Bookshelf.
  2. Mansfield, M., Smith, T., Spahr, N., & Thacker, M. (2020). Cervical spine radiculopathy epidemiology: A systematic review. Musculoskeletal Care, 18(4), 555–567.
  3. Lin, L. H., Lin, T. Y., Chang, K. V., Tzang, C. C., Wu, W. T., & Özçakar, L. (2025). Diagnostic Performance of Spurling’s Test for the Assessment of Subacute and Chronic Cervical Radiculopathy: A Systematic Review and Meta-analysis. American Journal of Physical Medicine & Rehabilitation, 104(8), 717–723.
  4. Doughty, C. T., & Bowley, M. P. (2019). Entrapment Neuropathies of the Upper Extremity. Medical Clinics of North America, 103(2), 357–370.
Share your love
Ftr. Priharsita Eka Debtiarini, S.Ftr
Ftr. Priharsita Eka Debtiarini, S.Ftr
Articles: 1

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *